Senin, 14 April 2014

Data

PENGERTIAN DATA
Data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan, dapat berupa angka, lambang atau sifat. Menurut Webster New World Dictionary, pengertian data adalah things known or assumed, yang berarti bahwa data itu sesuatu yang diketahui atau dianggap. Diketahui artinya yang sudah terjadi merupakan fakta (bukti). Data dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan. Data bisa juga didefinisikan sebagai sekumpulan informasi atau nilai yang diperoleh dari pengamatan (obsevasi) suatu objek. Data yang baik adalah data yang bisa dipercaya kebenarannya (reliable), tepat waktu dan mencakup ruang lingkup yang luas atau bisa memberikan gambaran tentang suatu masalah secara menyeluruh merupakan data relevan.
Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.
Dalam pokok bahasan Manajemen Pengetahuan, data dicirikan sebagai sesuatu yang bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekedar ada dan tidak memiliki signifikansi makna di luar keberadaannya itu. Dia bisa muncul dalam berbagai bentuk, terlepas dari apakah dia bisa dimanfaatkan atau tidak.

Pengertian Data Menurut Para Ahli :
WAHYU SUPRIYANTO & AHMAD MUHSIN 
Data merupakan bahan baku informasi, dapat didefinisikan sebagai kelompok teratur simbol-simbol yang mewakili kuantitas, fakta, tindakan, benda, dan sebagainya
ZULKIFFI A. M
Data adalah keterangn atau bukti mengenai suatu kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri-sendiri, belum diorganisasikan, dan belum diolah
NUZULLA AGUSTINA
Data adalah keterangan mengenai sesuatu hal yang sudah sering terjadi dan berupa himpunan fakta, angka, grafik, tabel, gambar, lambang, kata, huruf-huruf yang menyatakan sesuatu pemikiran, objek, serta kondisi dan situasi
SLAMET RIYADI
Data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari hasil suatu pengamatan. Data dapat berupa angka atau lambang
KUSWADI & E. MUTIARA
Data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan, dapat berupa angka, lambang atau sifat
LIA KUSWAYATNO
Data adalah kumpulan kejadian/peristiwa yang terjadi di dunia nyata. Data dapat berupa angka-angka, huruf-huruf, simbol-simbol khusus, atau gabungan dari semuanya.
ANHAR
Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar sutu informasi
HAER TALIB
Data adalah sekumpulan fakta dan sebuah fakta adalah kenyataan atau kejadian
H. J SRIYANTO
Data adalah suatu keterangan atau informasi tentang objek penelitian

JENIS DATA
Jenis-jenis data dapat dibagi berdasarkan sifatnya, sumbernya, cara memperolehnya, dan waktu pengumpulannya.
*Menurut sifatnya, jenis-jenis data yaitu:
-Data Kualitatif: data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka, misalnya: Kuesioner Pertanyaan tentang suasana kerja, kualitas pelayanan sebuah rumah sakit atau gaya kepemimpinan, dll.
-Data Kuantitatif: data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, misalnya: harga saham, besarnya pendapatan, dll.

*Jenis-jenis data menurut sumbernya, antara lain:
-Data Internal: data intenal adalah data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan organisasi tersebut. Contohnya: suatu perusahaan, jumlah karyawannya, jumlah modalnya, atau jumlah produksinya, dll.
-Data Eksternal: data eksternal adalah data dari luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi. Misalnya: daya beli masyarakat mempengaruhi hasil penjualan suatu perusahaan.

*Jenis-jenis data menurut cara memperolehnya, antara lain:
-Data Primer (primary data): data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interview, observasi.
-Data Sekunder (secondary data): data sekunder adalah data yang diperoleh/ dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain. Biasanya sumber tidak langsung berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi.

*Jenis-jenis data menurut waktu pengumpulannya, antara lain:
-Data cross section, yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu (at a point of time) untuk menggambarkan keadaan dan kegiatan pada waktu tersebut. Misalnya; data penelitian yang menggunakan kuesioner.
-Data berkala (time series data), yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk melihat perkembangan suatu kejadian/kegiatan selama periode tersebut. Misalnya, perkembangan uang beredar, harga 9 macam bahan pokok penduduk.

METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam penulisan karya ilmiah, pengumpulan data merupakan salah satu hal yang harus dilakukan guna mencapai tujuan penulisan. Ada 3 metode pengumpulan data, yakni :
A. Wawancara
-Merupakan sebuah pertukaran informasi antara pewawancara dengan yang diwawancarai
-Perlu ada perencanaan dan tujuan khusus.
-Terdiri dari pertanyaan dan menjawab pertanyaan
-Merupakan sebuah pertukaran informasi antara pewawancara dengan yang diwawancarai.
-Perlu ada perencanaan dan tujuan khusus.
-Terdiri dari pertanyaan dan menjawab pertanyaan.
-Tujuannya mendapatkan informasi dari narasumber/informan untuk keperluan proses pengambilan maupun evaluasi kebijakan publik.
-Metode yang paling efektif.
*Ada 2 tipe pertanyaan dalam wawancara :
1.Open-Ended(Terbuka)
-Pertanyaan ini netral dan tidak dibatasi.
-Pewawancara mengijinkan secara bebas orang yang diwawancarai dalam menjawab pertanyaan, dan pewawancara menganjurkan narasumber memberikan informasi yang tidak diketahui sebelumnya kepada pewawancara.
2.Closed-Ended(Tertutup)
-Pewawancara lebih mudah mengontrol narasumber, karena apa yang akan ditanyakan sudah pasti dan menghindari narasumber menjawab bebas.
-Kerlinger (dalam Hasan 2000) menyebutkan 3 hal yang menjadi kekuatan metode wawancara :
a. Mampu mendeteksi kadar pengertian subjek terhadap pertanyaan yang diajukan. Jika mereka tidak mengerti bisa diantisipasi oleh interviewer dengan memberikan penjelasan.
b. Fleksibel, pelaksanaanya dapat disesuaikan dengan masing-masing individu.
c. Menjadi satu-satunya hal yang dapat dilakukan disaat tehnik lain sudah tidak dapat dilakukan.
-Menurut Yin (2003) disamping kekuatan, metode wawancara juga memiliki kelemahan, yaitu :
a. Retan terhadap bias yang ditimbulkan oleh kontruksi pertanyaan yang penyusunanya kurang baik.
b. Retan terhadap terhadap bias yang ditimbulkan oleh respon yang kurang sesuai.
c. Probling yang kurang baik menyebabkan hasil penelitian menjadi kurang akurat.
d. Ada kemungkinan subjek hanya memberikan jawaban yang ingin didengar oleh interviewer

B. Observasi 
-Menurut Nawawi & Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian.
-Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.
-Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) salah satu hal yang penting, namun sering dilupakan dalam observasi adalah mengamati hal yang tidak terjadi. Dengan demikian Patton menyatakan bahwa hasil observasi menjadi data penting karena :
a. Peneliti akan mendapatkan pemahaman lebih baik tentang konteks dalam hal yang diteliti akan atau terjadi.
b. Observasi memungkinkan peneliti untuk bersikap terbuka, berorientasi pada penemuan dari pada pembuktiaan dan mempertahankan pilihan untuk mendekati masalah secara induktif.
c. Observasi memungkinkan peneliti melihat hal-hal yang oleh subjek penelitian sendiri kurang disadari.
d. Observasi memungkinkan peneliti memperoleh data tentang hal-hal yang karena berbagai sebab tidak diungkapkan oleh subjek penelitian secara terbuka dalam wawancara.
e. Observasi memungkinkan peneliti merefleksikan dan bersikap introspektif terhadap penelitian yang dilakukan. Impresi dan perasan pengamatan akan menjadi bagian dari data yang pada giliranya dapat dimanfaatkan untuk memahami fenomena yang diteliti

C. Kuisioner
Kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang akan digunakan oleh periset untuk memperoleh data dari sumbernya secara langsung melalui proses komunikasi atau dengan mengajukan pertanyaan.

TEKNIL PENGAMBILAN SAMPEL
Teknik Pengambilan Sampel, memang diperlukan dalam suatu penelitian untuk menentukan sampel yang baik.
Populasi, sampel & kerangka sampel
-Populasi -> merupakan keseluruhan obyek yang diteliti & terdiri atas sejumlah individu, baik yang terbatas (finite) maupun tidak terbatas (infinite).
-Sampel -> bagian populasi yang digunakan untuk memperkirakan karakteristik populasi.
-Kerangka sampel -> daftar semua unsur yang ada dalam populasi yaitu : lengkap, tidak boleh ada satu unsur yang ditulis dua kali/ lebih dan setiap unsur harus bisa dilacak di lapangan.

Sifat pengambilan sampel
-Efisiensi dari segi biaya, waktu dan tenaga
-Ketepatan dalam pengambilan sampel sangat menentukan kualitas hasil penelitian.
-Untuk penelitian /percobaan bersifat merusak, maka pengambilan sampel harus dilakukan pengujian dengan alat.

Sampel yang baik
-Akurasi
-Ketelitian

Metode pengambilan sampel
1. Probability sampling ( Random sampling )
Teknik pengambilan sampel secara random / acak memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur/anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.
2. Nonprobability sampling ( sampling nonprobability )
Probabilitas elemen populasi yang dipilih tidak diketahui.
Teknik ini tidak memberikan peluang / keselamatan sama bagi setiap unsur / anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

Penentuan besarnya anggota sampel
1. Praktis -> biaya, waktu, tenaga & kemampuan
2. Untuk penelitian eksploratoris/penjajakan -> anggota sampel tidak perlu terlalu besar
3. Untuk penelitian eksplanatori /menerangkan -> anggota sampel harus lebih besar.
4. Ketepatan
5. Nonrespons -> pertimbangan yaitu perkiraan anggota sampel yang dapat dijadikan responden sesudah seluruh anggota sampel dikurangi jumlah anggota.

Kesalahan umum dalam menentukan besarnya anggota sampel
1. Peneliti menetapkan jumlah anggota sampel yang terlalu kecil untuk setiap subgrupnya sehingga analisis statistik parameter tidak berlaku pada populasi yang sebenarnya cukup besar.
2. Peneliti tidak menggunakan stratified random sampling yang disyaratkan untuk menentukan anggota sampel subgrupnya.
3. Peneliti mengubah prosedur teknik pengambilan sampel
4. Peneliti memilih anggota sampel yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian
5. Peneliti gagal menentukan jumlah anggota populasi yang dapat dipercaya
6. Peneliti mengurangi jumlah anggota sampel yang telah ditentukan oleh perhitungan semula
7. Peneliti memilih grup eksperimen & grup kontrol dari populasi berbeda
8. Peneliti menggunakan grup sukarela, tetapi sengaja tidak membedakannya dengan grup wajib sehingga ia gagal menginterpretasikan hasil penelitiannya. 
9. Kekeliruan nonsampling bisa terjadi dalam setiap penelitian, apakah berdasarkan sampling / berdasarkan sensus, penyebabnya ?
a. Populasi tidak didefinisikan terlebih dahulu
b. Penyimpangan populasi tidak dipelajari
c. Kuesioner tidak dirancang sesuai dengan tujuan penelitian
d. Jawaban responden kurang sesuai dengan keinginan/ tujuan
e. Responden kurang obyektif dalam menjawab
f. Responden menolak memberikan jawaban.

TEKNIK PEMBUATAN KUESIONER
Tujuan pokok pembuatan kuesioner adalah untuk :
a) Memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan survey
b) Memperoleh informasi yang reliabilitas dan validitas tinggi.

Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner harus berkaitan dengan hipotesis dan tujuan penelitian. Kuesioner merupakan instrumen didalam teknik komunikasi tidak langsung. Kuesioner sebagai alat pengumpul data adalah sejumlah pertanyaan tertulis, yang harus dijawab oleh responden. Hasil kuesioner tersebut akan terjelma dalam angka-angka, tabel-tabel, analisa statistik dan uraian serta kesimpulan hasil penelitian.
Teknik Pembuatan Kuesioner

*Kuesioner: Kuesioner adalah instrumen pengumpulan data atau informasi yang dioperasionalisasikan ke dalam bentuk item atau pertanyaan.

*Infomasi Demografik: Informasi demografik adalah informasi tentang karakter atau latar belakang responden yang dapat berupa tempat, usia, status ekonomi,   tingkat pendidikan, status sosial dan lain-lain sebagainya. Informasi semacam itu sangat membantu dalam memahami data penelitian.

*Subyek: Subyek penelitian adalah orang yang dilibatkan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan terkait dengan pertanyaan penelitian. Manipulasi: Manipulasi   adalah perlakuan yang diberikan kepada subyek studi dalam penelitian yang bersifat eksperimental atau quasi-eksperimental dalam penelitian sosial.

*Sampel Populasi: Sampel populasi adalah beberapa responden yang dipilih dengan teknik tertentu dari kelompok populasi tertentu untuk mewakili populasi secara   keseluruhan. Ini dimaksudkan untuk menghemat beban dana penelitian.

*Survei: Survei adalah salah satu pendekatan penelitian kuantitatif yang pada dasarnya dilakukan pada satu kesempatan tertentu guna mendapatkan gambaran   minimal tentang suatu fenomena sosial atau alam.

*Skor Kontinus: Skor kontinus adalah salah satu skala bilangan yang digunakan dalam memberi kode terhadap respon pilihan dalam pertanyaan kuesioner. Selain   skor kontinus, ada skor nominal dan kategorik.

Hampir semua penelitian menuntut Anda untuk memperoleh informasi dari subyek atau responden Anda. Proses ini dapat melibatkan beberapa aktivitas, seperti pengumpulan informasi demografik dari subyek sebelum melibatkan mereka dalam beberapa manipulasi eksperimental. Proses ini bisa juga melibatkan aktivitas mendesain sebuah survei secara ekstensif untuk didistribusikan kepada sampel populasi. Kuesioner yang direncanakan dan didesain dengan cara yang kurang baik tidak akan memberikan data yang baik untuk menjawab pertanyaan penelitian. Oleh karena itu, dalam mempersiapkan kuesioner ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Anda harus mempertimbangkan bagaimana cara Anda menggunakan informasi yang akan diperoleh. Anda harus mengetahui persisi statistik apa yang Anda akan gunakan. Bergantung pada jenis statistik yang akan Anda gunakan, Anda mungkin perlu mengajukan pertanyaan dalam cara tertentu atau menyiapkan format respon yang tepat. Bagian ini akan menguraikan secara singkat desain kuesioner. Sebab itu, Anda disarankan untuk membaca buku-buku lain yang secara khusus mengulas masalah teknik desain kuesioner

Pembuatan Kuesioner yang baik:
Ada petunjuk jelas mengenai maksud diberikannya kuesioner
Ada petunjuk jelas mengenai cara pengisian kuesioner
Menggunakan kalimat yang mudah dimengerti dan tidak bias arti
Menghindari pertanyaan yang tidak jelas, tidak perlu dan tidak relevan
Menghindari pertanyaan yang sugestif, bernada menekan/mengancam dll
Menggunakan urutan pertanyaan yang logis dan sistematis
Merahasiakan identitas responden agar  responden obyektif dalam menjawab

Sumber :
http://s1064363.wordpress.com/2008/11/05/teknik-pembuatan-kuesioner/
http://exstrovert.wordpress.com/2011/06/12/teknik-pembuatan-kuesioner/
http://metopenkomp.blogspot.com/2013/04/teknik-pengambilan-sampel.html?m=1
http://iwan24.blogspot.com/2012/11/metode-pengumpulan-data-pengertian-data_26.html?m=1
http://amarfalsafi.blogspot.com/2012/04/metode-pengumpulan-data-pengertian-daa.html?m=1
http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-data-dan-jenis-data.html?m=1
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Data
http://sistempakarindonesia.blogspot.com/2013/06/pengertian-data-menurut-para-ahli.html?m=1

Hipotesis

PENGERTIAN HIPOTESIS
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap suatu masalah. Jawaban tersebut masih perlu diuji kebenarannya. Seorang peneliti pasti akan mengamati sesuatu gejala, peristiwa, atau masalah yang menjadi focus perhatiannya. Sebelum mendapatkan fakta yang benar, mereka akan membuat dugaan tentang gejala, peristiwa, atau masalah yang menjadi titik perhatiannya tersebut
Beberapa definisi hipotesis menurut para ahli :
*Menurut Prof. Dr. S. Nasution (2000), hipotesis  ialah pernyataan tentative yang merupakan dugaan mengenai apa saja yang sedang kita amati dalam usaha untuk memahaminya.
*Menurut Zimund (1997:112), hipotesis merupakan proposisi atau dugaan yang belum terbukti yang secara tentative menerangkan fakta-fakta atau fenomena tertentu dan juga merupakan jawaban yang memungkinkan terhadap suatu pertanyaan riset.
*Menurut Kerlinger (1973:18) dan Tuckman (1982:5), hipotesis adalah sebagai dugaan terhadap hubungan antara dua variabel atau lebih.
*Menurut Sudjana (1992:219), hipotesis adalah asumsi atau dugaan mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu yang sering dituntut untuk melakukan pengecekannya.

CIRI – CIRI HIPOTESIS YANG BAIK
Sebuah hipotesis atau dugaan sementara yang baik hendaknya mengandung beberapa hal. Hal hal tersebut diantaranya :
1) Hipotesis harus mempunyai daya penjelas
2) Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel.
3) Hipotesis harus dapat diuji
4) Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada.
5) Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.

Berikut ini beberapa penjelasan mengenai Hipotesis yang baik :
- Hipotesis harus menduga Hubungan diantara beberapa variabel
Hipotesis harus dapat menduga hubungan antara dua variabel atau lebih, disini harus dianalisis variabel-variabel yang dianggap turut mempengaruhi gejala-gejala tertentu dan kemudian diselidiki sampai dimana perubahan dalam variabel yang satu membawa perubahan pada variabel yang lain.

- Hipotesis harus Dapat Diuji
Hipotesis harus dapat di uji untuk dapat menerima atau menolaknya, hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan data-data empiris.

- Hipotesis harus konsisten dengan keberadaan ilmu pengetahuan
Hipotesis tidak bertentangan dengan pengetahuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam beberapa masalah, dan terkhusus pada permulaan penelitian, ini harus berhati-hati untuk mengusulkan hipotesis yang sependapat dengan ilmu pengetahuan yang sudah siap ditetapkan sebagai dasar. Serta poin ini harus sesuai dengan yang dibutuhkan untuk memeriksa literatur dengan tepat oleh karena itu suatu hipotesis harus dirumuskan bedasar dari laporan penelitian sebelumnya.

- Hipotesis Dinyatakan Secara Sederhana
Suatu hipotesis akan dipresentasikan kedalam rumusan yang berbentuk kalimat deklaratif, hipotesis dinyatakan secara singkat dan sempurna dalam menyelesaikan apa yang dibutuhkan peneliti untuk membuktikan hipotesis tersebut.

MANFAAT HIPOTESIS
Penetapan hipotesis dalam sebuah penelitian memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian.
2. Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta, yangkadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti.
3. Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai-berai tanpakoordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh.
4. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta.
Oleh karena itu kualitas manfaat dari hipotesis tersebut akan sangat tergantung pada:
1. Pengamatan yang tajam dari si peneliti terhadap fakta-fakta yang ada.
2. Imajinasi dan pemikiran kreativ dari si peneliti.
3. Kerangka analisa yang digunakan oleh si peneliti.
4. Metode dan desain penelitian yang dipilih oleh peneliti.

MACAM – MACAM HIPOTESIS
Secara garis besar, hipotesis dibedakan menjadi dua  yang berdasarkan pada tingkat abstraksi dan bentuknya.
*Tingkat Abstraksi :
Hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan-kesamaan dalam dunia empiris, yaitu hipotesis yang berkaitan dengan pernyataan-pernyataan yang bersifat umum yang kebenarannya diakui oleh orang banyak pada umumnya. Contoh : Banjir Jakarta akibat kiriman dari Bogor. Kebenaran umum seperti di atas sudah diketahui oleh orang banyak pada umumnya, tetapi jika diuji secara ilmiah belum tentu benar.
Hipotesis yang berkenaan dengan model ideal : pada kenyataannya dunia ini sangat kompleks, maka untuk mempelajari kekomplesitasan dunia tersebut kita memerlukan bantuan filsafat, metode, tipe-tipe yang ada. Pengetahuan mengenai otoriterisme akan membantu kita memahami, misalnya dalam dunia kepemimpinan, hubungan ayah dalam mendidik anaknya. Pengetahuan mengenai ide nativisme akan membantu kita memahami munculnya seorang pemimpin.
Hipotesis yang digunakan untuk mencari hubungan antar variable. Hipotesis ini merumuskan hubungan antar dua atau lebih variabel-variabel yang diteliti. Dalam menyusun hipotesisnya, peneliti harus dapat mengetahui variabel mana yang mempengaruhi variabel lainnya sehingga variabel tersebut berubah.
Menurut bentuknya, hipotesis  dibagi menjadi tiga :
Hipotesis penelitian / kerja, yaitu hipotesis yangmerupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah yang sedang dikaji. Dalam hipotesis ini peneliti mengaggap benar hipotesisnya yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui pengujian hipotesis dengan mempergunakan data yang diperolehnya selama melakukan penelitian. Misalnya : Ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah pengangguran.
Hipotesis operasional, yaitu hipotesis yang bersifat obyektif. Artinya peneliti merumuskan hipotesis tidak semata-mata berdasarkan anggapan dasarnya, tetapi  juga berdasarkan obyektifitasnya, bahwa hipotesis penelitian yang dibuat belum tentu benar setelah diuji dengan menggunakan data yang ada. Untuk itu peneliti memerlukan hipotesis pembanding yang bersifat obyektif dan netral atau secara teknis disebut hipotesis nol (H0). H0 digunakan untuk memberikan keseimbangan pada hipotesis penelitian karena peneliti meyakini dalam pengujian nanti benar atau salahnya hipotesis penelitian tergantung dari bukti-bukti yang diperolehnya selama melakukan penelitian. Contohnya, H0 : Tidak ada hubungan antara jumlah jam kerja dengan jumlah pegawai yang mengalami stress.
Hipotesis statistik, yaitu jenis hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk notasi statistik. Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan pengamatan peneliti terhadap populasi dalam bentuk angka-angka (kuantitatif). Misalnya,  H0: r = 0 ; atau H0 : p = 0.

Sumber :
http://ryunana.blogspot.com/2013/04/hipotesis.html?m=1
http://saputro64.blogspot.com/2013/04/pengertian-fungsi-ciri-ciri-jenis-jenis_4796.html?m=1
http://www.academia.edu/3994920/2_Hipotesis

Karya Ilmiah

PENGERTIAN KARYA ILMIAH
Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.

Karya ilmiah adalah  karangan yang disusun secara sistematis dan bersifat ilmiah.Menurut Zainal Arifin karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodelogi penulisan yang baik dan bemar.Karangan ilmiah harus ditulis secara jujur dan akuran berdasarkan kebenaran tanpa mengingat akibatnya.Kebenaran dalam sebuah karya ilmiah bukan merupakan normatif, melainkan kebenaran objektif, positif sesuai dengan fakta dan data di lapangan.

CIRI – CIRI KARYA ILMIAH
Sebuah karya ilmiah dapat dikenal dari sebuah ciri-ciri berikut:
Dari segi isi, karya ilmiah menyajikan pengetahuan yang dapat berupa gagasan, deskripsi tentang sesuatu atau pemecahan suatu masalah.
Pengetahuan yang disajikan tersebut didasarkan pada fakta atau data (kajian empirik) atau pada teori-teori yang telah diakui kebenarannya.
Sebuah karya ilmiah mengandung kebenaran yang objektif serta kejujuran dalam penulisan.
Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku yang menggunakan istilah teknis, di samping istilah-istilah yang bersifat denotatif.
Sistematika penulisan mengikuti cara tertentu.


MACAM – MACAM KARYA ILMIAH
Umum karya ilmiah di perguruan tinggi, menurut Arifin (2003), dibedakan menjadi:
1. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir deduktif atau induktif.
2. Kertas kerja seperti halnya makalah, adalah juga karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam daripada analisis dalam makalah.
3. Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih dibidang spesialisasinya.
4. Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.
5. Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor (S3).

SIKAP ILMIAH
Dalam penulisan karya ilmiah ada 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah yang dimaksud adalah sebagai berikut :
a. Sikap ingin tahu. Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
b. Sikap kritis. Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan-kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
c. Sikap terbuka. Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
d.Sikap objektif. Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
e. Sikap rela menghargai karya orang lain. Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
f. Sikap berani mempertahankan kebenaran. Sikap ini menampak pada ketegaran membela fakta dan hasil temuan lapangan atau pengembangan walapun bertentangan atau tidak sesuai dengan teori atau dalil yang ada.
g. Sikap menjangkau ke depan. Sikap ini dibuktikan dengan selalu ingin membuktikan hipotesis yang disusunnya demi pengembangan bidang ilmunya.

Sumber :
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah
http://abdullohrasta.blogspot.com/2013/01/pengertian-dan-ciri-ciri-karya-ilmiah.html?m=1
http://www.fali.unsri.ac.id/index.php/menu/42
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/hakikat-karya-ilmiah-ciri-ciri-jenis-karya-ilmiah-sikap-ilmiah-dan-kesalahan-dalam-penulisan-ilmiah-2/

Senin, 10 Maret 2014

Induktif

 Pengertian Penalaran Induktif
Menurut Tim Balai Pustaka (dalam Shofiah,2007 : 14) istilah penalaran mengandung tiga pengertian, diantaranya :
1. Cara (hal) menggunakan nalar, pemikiran atau berfikir secara logis.
2. Hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengelaman.
3. Proses mental dalam mengembangkan atau mengendalikan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip.

Contoh penalaran Induktif :
1. Logam 1 memuai kalau dipanaskan (premis mayor)
2. Logam 2 memuai kalau dipanaskan (premis minor)
3. Semua logam memuai kalau dipanaskan (konklusi)

Penalaran Induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. Untuk itu penalaran Induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.

Metode berfikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berfikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan di fenomena yang diselidiki berkala bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.

Paragraf induktif adalah adalah paragraph yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas. Ciri-ciri Paragraf Induktif antara lain :
- Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kesimpulan terdapat di akhir paragraf

Paragraf Induktif sendiri dibagi menjadi 3 yaitu :
1. generalisasi
Generalisasi adalah suatu pola pengembangan paragraf yang bertolak dari sejumlah fakta khusus yang memiliki kemiripan menuju sebuah kesimpulan. Kesimpulan generalisasi didahului dengan
penalaran generalisasi. Penalaran generalisasi pun dapat digunakan untuk mengembangkan paragraf. caranya penulis lebih dulu menyajikan sejumlah peristiwa khusus dalam bentuk kalimat.Kemudian pada bagian akhir paragraf itu diakhiri dengan kalimat yang berisi generalisasi dari peristiwa khusus yang telah disebutkan pada bagian awal. Kalimat terakhir biasanya berisi gagasan utama paragraf.
Contohnya :
-          Luna Maya adalah bintang film, dan ia berparas cantik.
-          Revalina. S. Temat adalah bintang film, dan ia berparas cantik.
        *Generalisasi: Semua bintang film berparas cantik.
Pernyataan semua bintang film berparas cantik hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya:
         Bella juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
Macam-macam generalisasi :
a.  Generalisasi sempurna
Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk

b. Generalisasi tidak sempurna
Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomenayang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantaloon. Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna. Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat
menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar. Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
-          Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
-          Sampel harus bervariasi.
-          Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

2. Analogi
merupakan pola penyusunan paragraf berupa perbandingan dari dua hal yang mempunyai sifat sama.Pengembangan paragraf secara analogi ini didasarkan adanya anggapan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam hal yang lain. Analogi mempunyai 4 fungsi,antara lain :
  1. Membandingkan beberapa orang yang memiliki sifat kesamaan
  2. Meramalkan kesamaan
  3. Menyingkapkan kekeliruan
  4. Klasifikasi
Contoh analogi : Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia
akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan
kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.

3. Hubungan Kausal
Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan beberapa fakta
yang mempunyai pola yang saling hubungan.
Macam hubungan kausal :
  1. Sebab- akibat.
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.

  1. Akibat Sebab.
Bobi tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.

  1. Akibat Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.
Contoh Kausal : Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan
sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar.
Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani
dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini
selalu gagal.

4.Hipotesis dan Teori
Sebuah teori adalah prinsip mapan yang telah dikembangkan untuk menjelaskan beberapa aspek dari suatu pengetahuan. Sebuah teori muncul dari pengamatan dan pengujian berulang dengan menggabungkan fakta, hukum, prediksi, dan hipotesis yang diterima secara luas.
Suatu hipotesis sifatnya spesifik dan prediktif, membahas tentang apa yang Anda harapkan akan terjadi dalam penelitian Anda. Sebagai contoh, sebuah penelitian untuk melihat hubungan antara kebiasaan belajar dan kecemasan mungkin memiliki hipotesis yang menyatakan, "Kami memperkirakan bahwa siswa dengan kebiasaan belajar yang lebih baik tidak mengalami banyak kecemasan." Jika sebuah studi membahas tentang eksplorasi alam, hipotesisnya harus selalu menjelaskan apa yang diharapkan terjadi selama eksperimen atau penelitian.
Kedua istilah (teori dan hipotesis) kadang-kadang digunakan secara bergantian, namun di antara keduanya meliputi: teori dan hipotesis perbedaan
penting Suatu teori memprediksi peristiwa secara umum, sedangkan hipotesis membuat prediksi spesifik tentang bagian tertentu suatu keadaan.
Suatu teori telah diuji secara luas dan diterima secara umum, sedangkan hipotesis adalah dugaan spekulatif yang belum diuji.

Sumber:
ikemurwanti.blogspot.com/2013/01/paragraf-induktif-dan-deduktif.html?m=1
firna-blog.blogspot.com/2012/03/pengertian-induktif-dan-deduktif.html?m=1
www.uklis.net/2013/11/pengertian-dan-contoh-paragraf-induktif.html?m=1
yogatama-anggita.blogspot.com/2012/04/penalaran-induktif.html?m=1
www.blogteori.com/2013/11/perbedaan-antara-teori-dan-hipotesis.html?m=1

Deduktif

             Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf, kemudian
diikuti kalimat kalimat penjelas. Paragraf deduktif ini bisa disebut juga dengan paragraf umum-khusus. Arti Paragraf deduktif yaitu paragraf yang diawali dengan menyebutkan masalah-masalah umum atau lebih luas, untuk memperoleh suatu kesimpulan yang bersifat khusus atau lebih spesifik. Atau agar lebih mudah diingat, paragraf deduktif adalah paragraf yang mempunyai  kalimat utama diawal paragraf.
Berikut adalah contoh paragraf deduktif
Pemuda warga desa Tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan
tertib. Sebelumnya, banyak anak sekolah yang dibiarkan di luar rumah, dan hanya duduk duduk
di pinggir jalan pada saat jam jam belajar. Para pemuda mulai mendatangi orang tua dan
memberi pengertian pentingnya belajar bagi anak-anak mereka. Apabila warga menemukan anak-anak mereka sedang kumpul - kumpul di pinggirjalan pada saat jam belajar, mereka akan
diperingatkan dan diajak untuk belajar bersama. Jam belajar masyarakat dimulai pukul18.00
sampai pukul 20.00. Kalimat utama dalam paragraf di atas adalah kalimat yang pertama yaitu , Pemuda warga desa tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib.

Penalaran Deduktif, yaitu adalah cara berpikir dengan berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan.

Macam-Macam Silogisme di dalam Penalaran Deduktif:
Di dalam penalaran deduktif terdapat entimen dan 3 macam silogisme, yaitu silogisme kategorial, silogisme hipotesis dan silogisme alternative.

  1. Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor. Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu:
Premis umum : Premis Mayor (My)
Premis khusus : remis Minor (Mn)
Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.
Contoh silogisme Kategorial:
My : Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA
Mn : Saya adalah mahasiswa
K    : Saya lulusan SLTA

  1. Silogisme Hipotesis
Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Konditional hipotesis yaitu, bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh silogisme Hipotesis:
My : Jika tidak ada makanan, manusia akankelaparan.
Mn : Makanan tidak ada.
K : Jadi, Manusia akan Kelaparan.

  1. Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh silogisme alternatif:
My : Kakak saya berada di Bandung atau Jakarta.
Mn : Kakak saya berada di Bandung.
K : Jadi, Kakak saya tidak berada di Jakarta.

CONTOH-CONTOH KALIMAT SILOGISME
  1. Semua dosen harus giat mengajar
Itha adalah seorang dosen
Jadi Itha harus giat mengajar
  1. Prasetyo pelajar teladan
Prasetyo putra seorang guru
Putra seorang guru pasti pelajar teladan
  1. Semua mahasiswa Universitas Gunadarma memiliki KTM.
Aini Fatimah adalah mahasiswa Universitas Gunadarma.
Aini Fatimah memiliki KTM.
  1. Semua karyawan ANTAM harus olahraga pagi
Gisel karyawan ANTAM
Gisel harus olahraga pagi
  1. Semua mahluk hidup membutuhkan oksigen
Kucing membutuhkan oksigen
Jadi kucing adalah mahluk hidup
  1. Semua Mahasiswa adalah lulusan SMA
Nanni adalah mahasiswa
Jadi, Nanni lulusan SLTA.
  1. Tidak ada Manusia yang tidak luput dari dosa
Polisi adalah Manusia
Jadi, Polisi tidak luput dari dosa.
  1. Semua murid SD mempunyai buku
Eno bukan murid SD
Jadi, Eno tidak mempunyai buku.
  1. Semua Ikan berenang
Kodok bukan ikan
Jadi kodok tidak berenang.
  1. Semua Mahasiswi Gunadarma masuk kuliah
Ratna adalah Mahasiswi Gunadarma
Jadi Ratna harus masuk kerja.
  1. Semua ibu sayang kepada anaknya
Siti adalah seorang ibu
Jadi, Siti sayang kepada anaknya.
  1. Semua Vegetarian hanya makan sayur
Lestari hanya makan sayur
Jadi Lestari adalah Vegetarian

4.Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Contoh:
Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.
  
Sumber :
2102-idazahro.blogspot.com/2012/03/pengertian-deduktif-dan-istilah.html?m=1
blackpapernews.blogspot.com/2013/09/pengertian-arti-definisi-paragraf_11.html?m=1
eslidarumapea-kehidupan.blogspot.com/2012/11/contoh-kalimat-silogisme.html?m=1

mychocochips.blogspot.com/2012/10/contoh-silogisme-kategorial.html?m=1

Jumat, 07 Maret 2014

Penalaran

1.PENALARAN
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis(antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Menurut kamus Bahasa Indonesia
Pe.na.lar.an : [n] cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran: kepercayaan takhayul serta ~ yg tidak logis haruslah dikikis habis; (2) hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dng nalar dan bukan dng perasaan atau pengalaman; (3) proses mental dl mengembangkan pikiran dr beberapa fakta atau prinsip
  
Pengertian Penalaran Menurut Para Ahli :
1.       Bakry (1986:1) menyatakan bahwa Penalaran atau Reasoningmerupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.
2.       Suriasumantri (2001:42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa pengetahuan.
3.       Keraf (1985:5) berpendapat bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk atau eviden, menuju kepada suatu kesimpulan.

Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif :

Metode induktif
1. Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. Contoh:

-   Jika dipanaskan, besi memuai.
    Jika dipanaskan, tembaga memuai.
    Jika dipanaskan, emas memuai.
    Jika dipanaskan, platina memuai.

-   Jika dipanaskan, logam memuai.
    Jika ada udara, manusia akan hidup.
    Jika ada udara, hewan akan hidup.
    Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.

-   Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.

Metode deduktif
2. Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

2. PROPOSISI
Arti Proposisi:
Proposi adalah ekspresi verbal dari putusan yang berisi pengakuan atau pengingkaran sesuatu (predikat) terhadap sesuatu yang lain (subyek) yang dapat dinilai benar atau salah.
Unsur-unsur Proposisi.
·         Term subyek
·         Term predikat
·         Kopula

KLASIFIKASI PROPOSISI
1. Proposisi kategoris adalah proposisi yang sifat pengakuan atau pengingkaran tidak disertai dengan syarat. 2. Proposisi Hipotetis adalah proposisi yang sifat pengakuan atau pengingkarannya selalu disertai dengan syarat
Klasifikasi proposisi kategoris

Berdasarkan jenis kata pada term subyek dan predikat.
a)      Proposisi kategoris standar.
b)      Proposisi kategoris tidak standar

Berdasarkan kuantitasnya.
a)      Proposisi singular
b)      Proposisi partikular
c)       Proposisi universal

Berdasarkan kualitasnya.
a)      Proposisi afirmatif
b)      Proposisi negatif

Berdasarkan kuantitas dan kualitasnya
a)      Proposisi universal afirmatif. A
b)      Proposisi Partikular afirmatif. I
c)       Proposisi singular afirmatif. A
d)      Proposisi universal negatif. E
e)      Proposisi partikular negatif. O
f)       Proposisi singular negatif. E
Keterangan :
·         Huruf A dan I, diambil dari kata affirmo/affirmare, berarti saya mengakui/mengiyakan.
·         Huruf O dan E, diambil dari kata Nego/negare, berarti saya menyangkal

PROPOSISI
Proposisi adalah pernyataan dalam bentuk kalimat yang dapat dinilai benar dan salahnya.
Contoh :               - Besi bila dipanaskan memuai
                                - Bung Tomo adalah pahlawan

Semua pernyataan pikiran yang mengungkapkan keinginan dan kehendak serta tidak dapat dinilai benar dan salahnya, bukanlah proposisi.
Contoh :               - Ambilkan aku segelas air
- Semoga Tuhan selalu melindungimu

Proposisi menurut bentuknya dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1.       Proposisi Kategorik
Proposisi kategorik adalah proposisi yang mengandung pernyataan tanpa adanya syarat.
Contoh :  - Budi sedang sakit
               - Anak-anak yang tinggal di asrama adalah mahasiswa
Proposisi kategorik yang paling sederhana terdiri dari : satu term subyek, satu term predikat, satu kopula dan satu quantifier.
·         Subyek adalah term yang menjadi pokok pembicaraan.
·         Predikat adalah term yang menerangkan subyek.
·         Kopula adalah kata yang menyatakan hubungan antara term subyek dan term predikat.
·         Quantifier adalah kata yang menunjukkan banyak- nya satuan yang diikat oleh term subyek.
Contoh : - Sebagian manusia adalah mahasiswa
          (1) Quantifier (2) Term subyek (3) Kopula (4) Term Predikat
              - Semua mahasiswa tidak buta huruf
      (1) Quantifier (2) Term subyek (3) Kopula (4) Term predikat

Quantifier menunjukkan kuantitas proposisi . Dalam keadaan apapun subyek selalu mengandung jumlah satuan yang diikat.
Kopula menunjukkan kualitas proposisi . Bila ia mengiyakan disebut proposisi positif dan bila mengingkari disebut proposisi negatif.

Dari kombinasi kuantitas dan kualitas proposisi, maka kita mengenal 6 macam proposisi, yaitu :
1.       Universal positif, contoh : Semua manusia akan mati.
2.       Partikular positif, contoh : Sebagian manusia adalah guru
3.       Singular positif, contoh : Rudi adalah pemain bulu tangkis
4.       Universal negatif, contoh : Semua kucing bukan burung
5.       Partikular negatif, contoh : beberapa mahasiswa tidak lulus
6.       Singular negatif, contoh : Rina bukan gadis pemalu
Dengan pembahasan di atas, maka kita mengenal lambang permasalahan dan rumus proposisi sebagai berikut :
Lambang              Permasalahan                   Rumus
A                             Universal positif               Semua S adalah P
I                               Partikular positif               Sebagian S adalah P
E                              Universal negatif              Semua S bukan P
O                             Partikular negative          Sebagian S bukan P
·         Dalam menentukan apakah suatu proposisi itu positif atau negatif, kita tidak boleh semata-mata berdasarkan ada atau tidak adanya indikator negatifnya, seperti : tak, tidak atau bukan.
·         Indikator itu menentukan negatifnya suatu proposisi apabila ia berkedudukan sebagai kopula. Bila indikator tidak berkedudukan sebagai kopula proposisi itu adalah positif.
Perhatikan proposisi-proposisi berikut ini :
·         Semua yang tidak rajin bekerja mendapat sedikit.
·         Tidak semua orang pandai pidato.
·         Sebagian orang mempunyai harta yang melimpah bukan karena jerih payahnya.
2.       Proposisi Hipotetik
·         Proposisi hipotetik adalah proposisi yang mengandung pernyataan dengan syarat.
Proposisi kategorik - Kopulanya : adalah, bukan, tidak. - Kopulanya : menghubungkan 2 buah term.
Proposisi hipotetik  - Kopulanya : apabila, jika, manakala. - Kopulanya : menghubungkan 2 buah pernyataan (sebab-akibat).

Contoh : Jika permintaan bertambah, maka harga akan naik.
Proposisi hipotetik mempunyai 2 buah bentuk, yaitu :
1. Bila A adalah B, maka A adalah C.
Contoh : - Bila Budi rajin, ia akan naik kelas
                      (A)    (B)   (A)           (C)
- Jika tanaman sering diberi pupuk, maka ia akan subur.
2.Bila A adalah B, maka C adalah D.
Contoh : - Bila hujan turun, maka saya naik becak.
                       (A)      (B)            (C)          (D)
- Bila permintaan bertambah, harga naik
              (A)                (B)               (C)      (D)

3.       Proposisi Disyungtif
Proposisi disyungtif adalah proposisi yang mengandung pernyataan pilihan.
·         Proposisi hipotetik - Kopulanya : menghubungkan 2 buah pernyataan(sebab-akibat)
·         Proposisi disyungtif - Kopulanya : menghubungkan 2 alternatif
Contoh : - Budi ada di rumah atau di sekolah. - Jika bukan Budi yang mencuri, maka Agus.

Proposisi disyungtif mempunyai 2 bentuk, yaitu :
Proposisi disyungtif sempurna mempunyai alternatif kontradiktif. Rumusnya adalah : A mungkin B mungkin non B.
Contoh : - Budi berbaju putih atau non putih. - Agus berbahasa Arab atau berbahasa non Arab.
Proposisi disyungtif tidak sempurna. Proposisi ini alternatifnya tidak berbentuk kontradiktif. Rumusnya adalah : A mungkin B mungkin C
Contoh : Budi di toko atau di rumah. Budi berbaju hitam atau berbaju putih. PSSI kalah atau menang.

3.Informasi dan Implikasi
Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari ordersekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Informasi adalah jenis acara yang mempengaruhi suatu negara dari sistem dinamis. Para konsep memiliki banyak arti lain dalam konteks yang berbeda.Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi . Namun demikian, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan,negentropy, Persepsi, Stimulus, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi informasi menurut beberapa ahli:
1. JONER HASUGIAN Informasi adalah sebuah konsep yang universal dalam jumlah muatan yang besar, meliputi banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekam pada sejumlah  media
2. KENNETH C. LAUDON Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia
3. ANTON M. MOELIONO Informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita. Informasi juga merupakan keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan
4. GORDON B. DAVIS Informasi adalah data yang telah dirposes/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya
5. ROBERT G. MURDICK Informasi terdiri atas data yang telah didapatkan, diolah/diproses, atau sebaliknya yang digunakan untuk tujuan penjelasan/penerangan, uraian, atau sebagai sebuah dasar untuk pembuatan ramalan atau pembuatan keputusan
6.KUSRINI Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ni atau mendukung sumber informasi
7.DAVIS Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang
8.MC LEOD Infomasi adalah data yang telah diproses atau data yang memiliki arti
9.FIRMANZAH Informasi adalah data dan angka yang sudah diberi makna dan nilai
10.JEREMY POPE Informasi adalah kekuasaan. Semakin banyak orang memiliki informasi, pembagian kekuasaan akan semakin luas

IMPLIKASI
Implikasi dapat merujuk kepada:

Dalam manajemen:
·         Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
·         implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan
Dalam logika:
·         Implikasi logis dalam logika matematika
·         kondisional Material dalam falsafah logika
Dalam linguistik:
·         Implikasi (pragmatis)
·         Entailmen (pragmatics)
Kegunaan lain:
·         Dalam matematika, fungsi dapat merupakan implisit.
·         Diagnosa medis (penyelidikan ilmiah), dalam ilmu kedokteran forensik, hipotesis penyebab adalah implikasi atau indikasi alasan pada kondisi yang dapat ditemukan yang dapat memberikan penyebab.

Menurut kamus besar Bahasa indonesi
-          im·pli·ka·si n 1 keterlibatan atau keadaan terlibat: -- manusia sbg objek percobaan atau penelitian semakin terasa manfaat dan kepentingannya; 2 yg termasuk atau tersimpul; yg disugestikan, tetapi tidak dinyatakan: apakah ada -- dl pertanyaan itu?;
-          ber·im·pli·ka·si v mempunyai implikasi; mempunyai hu-bungan keterlibatan: kepentingan umum ~ pd kepentingan pribadi sbg anggota masyarakat;
-          meng·im·pli·ka·si·kan v melibatkan;
-          ter·im·pli·ka·si v termasuk atau tersimpul; terlibat

4.       Wujud Evidensi
Evidensi merupakan semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh digabung dengan apa yang dikenal sebagai pernyataan atau penegasan. Dalam wujud yang paling rendah evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang dimaksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu
Pada dasarnya semua data dan informasi harus diyakini dan diandalkan kebenarannya. Untuk itu penulis atau pembicara harus mengadakan pengujian atas data dan informasi tersebut, apakah semua bahan keteraangan itu merupakan fakta.
Fakta adalah sesuatu yang sesungguhnya terjadi, atau sesuatu yang ada secara nyata. Bila seorang mengatakan bahwa ia telah melihat kapal musuh mendarat di sebuah pantai yang sepi, itu baru merupakan informasi.
Ada kemungkinan bahwa bisa terjadi kesalahan dalam evidensi itu. Dalam hal ini pembela akan mengajukan evidensi yang lain dengan mengatakan bahwa seorang yang lain telah mencuri pisau itu dan telah mempergunakannya untuk melakukan pembunuhan. Secara diam-diam pisau itu dikembalikan dan tanpa sadar telah dipegang oleh pemiliknya itu. Fakta-fakta yang dipergunakan sama, hanya proses penalaran yang disusun berdasarkan fakta-fakta itu berlainan.

5. Cara Menguji Fakta
a.    Konsistensi : Dasar pertama yang dipakai untuk menetapkan fakta mana yang akan dipakai sebagai evidensi adalah kekonsistenan. Sebuah argumentasi akan kuat dan mempunyai tenaga persuasif yang tinggi, kalau evidensi-evidensinya bersifat konsisten, tidak ada satu evidensi bertentangan atau melemahkan evidensi yang lain.
b.    Koherensi : Dasar kedua yang dapat dipakai untuk mengadakan penilaian fakta mana yang dapat dipergunakan sebagai evidensi adalah masalah koherensi. Semua fakta yang akan digunakan sebagai evidensi adalah masalah koherensi. Semua fakta yang akan dipergunakan sebagai evidensi harus pula koheren dengan pengalaman-pengalaman manusia, atau sesuai dengan pandangan atau sikap yang berlaku. Bila penulis menginginkan agar sesuatu hal dapat diterima, ia harus meyakinkan pembaca bahwa karena pembaca setuju atau menerima fakta-fakta dan jalan pikiran yang menemukakannya, maka secara konsekuen pula pembaca harus menerima hal lain, yaitu konklusinya.

6.Cara Menguji Autoritas
a. Tidak Mengandung Prasangka : dasar pertama yang perlu diketahui oleh penulis adalah bahwa pendapat autoritas sama sekali tidak boleh mengandung prasangka. Yang tidak mengandung prasangka artinya pendapat itu disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli itu sendiri, atau didasarkan pada hasil-hasil eksperimental yang dilakukannya. Pengertian tidak mengandung prasangka juga mencakup hal lain, yaitu bahwa autoritas itu tidak boleh memperoleh keuntungan pribadi dari data-data eksperimentalnya.
b. Pengalaman dan Pendidikan Autoritas : dasar kedua yang harus diperhitungkan penulis untuk menilai pendapat suatu autoritas adalah menyangkut pengalaman dan pendidikan autoritas. Pendidikan yang diperolehnya harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan-kegiatan sebagai seorang ahli yang diperoleh melalui pendidikannya tadi.
Walaupun jaman kita ini sudah begitu condong atau cenderung dengan berbagai macam spesifikasi, namun kita tidak boleh mengabaikan keahlian seseorang dalam beberapa macam bidang tertentu.
c. Kemashuran dan Prestise : faktor ketiga yang harus diperhatikan oleh penulis untuk menilai autoritas adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas itu hanya sekedar bersembunyi di balik kemashuran dan prestise pribadi di bidang lain.
Sering terjadi bahwa seseorang yang menjadi terkenal karena prestise tertentu, dianggap berwenang pula dalam segala bidang. Seorang yang menjadi terkenal karena memperoleh lima medali emas berturut-turut  dalam pertandingan lomba lari jarak lima ribu meter, diminta pendapatnya tentang cara-cara pemberantasan korupsi.
d. Koherensi dengan Kemajuan : hal keempat yang perlu diperhatikan penulis argumentasi adalah apakah pendapat yang diberikan autoritas itu sejalan dengan perkembangan dan kemajuan jaman, atau koheren dengan pendapat atau sikap terakhir dalam bidang itu.
Pengetahuan dan pendapat terakhir tidak selalu berarti bahwa pendapat itulah yang terbaik. Tetapi harus diakui bahwa pendapat-pendapat terakhir dari ahli-ahli dalam bidang yang sama lebih dapat diandalkan, karena autoritas-autoritas semacam itu memperoleh kesempatan yang paling baik untuk membandingkan semua pendapat sebelumnya, dengan segala kebaikan dan keburukannya atau kelemahannya, sehingga mereka dapat mencetuskan suatu pendapat yang lebih baik, yang lebih dapat dipertanggung jawabkan.
Sebab itu untuk memberi evaluasi yang tepat terhadap autoritas yang dikutip, pengarang harus menyebut nama autoritas, gelar, kedudukatif, dan sumber khusus tempat kutipan itu dijumpai. Bila mungkin penulis harus mengutip setepat-tepatnya kata-kata atau kalimat autoritas tersebut.
Untuk memperlihatkan bahwa penulis sungguh-sungguh siap dengan persoalan yang tengah diargumentasikan, maka sebaiknya seluruh argumentasi itu jangan didasarkan hanya pada satu autoritas.

http://carapedia.com/pengertian_definisi_informasi_menurut_para_ahli_info504.html

http://demilanisa.blogspot.com/2012/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.htmla